Cerita Awal Keinginan Kuliah
Selasa, 21 Juni 2022
Perangkat Pembelajaran
Senin, 13 Juni 2022
SISTEM EVALUASI
Nama : Dhimas
Setiawan
Nim :
12001182
Kelas : 4 G PAI
Mata Kuliah
: Magang I
Dosen Pengampu
: Ibu Farninda Aditya, M.Pd
SISTEM EVALUASI
Pengertian Evaluasi adalah proses penilaian
yang sistematis mencakup pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan
permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan
(Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, 2002, p3). (Anonymous, 2009,
evaluasi), evaluasi adalah kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan
suatu obyek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolok
ukur tertentu untuk memperoleh kesimpulan. Berdasarkan pengertian di atas, maka
dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah
suatu kegiatan terencana
untuk menilai suatu
permasalahan yang terjadi dengan menggunakan
instrumen dan hasilnya dapat dibandingkan dengan tolok ukur guna memperoleh
kesimpulan dan solusi atas permasalahan yang dinilai.
Pengertian Sistem Menurut McLeod (2001, p12),
“A System is a group of elements that are integrated with the common purpose of
achieving an objective.” Secara garis besar dapat diartikan bahwa sistem adalah
sekelompok elemen-elemen
yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Pendapat
James Hall (2001, p5), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Jusuf, sistem adalah
sekelompok atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan (inter-related)
atau subsistem-subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama (common
purpose). Jadi, secara umum sistem dapat diartikan sebagai sekumpulan elemen
yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama.
evaluasi sistem informasi adalah suatu kegiatan terencana yang bertujuan untuk memeriksa dan menilai sumber daya dalam organisasi untuk mendapatkan hasil yang dibandingkan dengan menggunakan tolok ukur tertentu untuk memperoleh hasil mengenai kinerja sumber daya organisasi tersebut
Fungsi evaluasi (penialian)
Untuk diagnostik dan pengembangan. Hasil evaluasi menggambarkan kemajuan, kegagalan, dan kesulitan masingmasing siswa.Untuk seleksi. Hasil evaluasi dapat digunakan dalam rangka menyeleksi calon siswa dalam rangka penerimaan siswa Untuk memenuhi usia tertentu perlombaan. Hasil evaluasi digunakan untuk menetapkan siswa mana yang memenuhi syarat untuk memasuki usia tertentu misalnya usia junior dan senior dengan batas umur yang telah ditentukan. Untuk penempatan. Para siswa atlet yang memiliki prestasi bisa dipersiapkan untuk event yang lebih tinggi misalnya event nasional atau event internasional.
Fungsi evaluasi
dapat dibedakan menjadi dua yakni fungsi hasil belajar dan fungsi evaluasi
hasil pengajaran. Evaluasi hasil belajar antara lain : Fungsi formatif Evaluasi
yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung dapat memberika
informasi yang berupa umpan balik bagi guru maupun bagi siswa. Dan Fungsi
sumatif Dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar tes sumatif
biasanya dilakukan pada akhir program pengajaran. Misalnya
pada tengah semester, akhir semeter dan akhir tahun ajaran. (Haris &
Jihad.2013)
Sedangkan fungsi
evaluasi program pengajaran adalah sebagai berikut :
Laporan
untuk orang tua siswa. Evaluasi yang diselenggarakan sekolah perlu adanya
laporan untuk orang tua siswa, oleh karena itu pelaporan harus dapat mudah
dipahami, dan bersifat objektif dan harus menggambarkan tingkat pencapaian
siswa.laporan tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : dengan peryataan
lulus atau belum lulus dan dengan nilai siswa. Laporan untuk sekolah Selain
untuk orang tua, siswa dan guru harus juga membuat laporan untuk sekolah.
Sekolah sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses
pembelajaran. Oleh karena itu pihak sekolah berkepentingan untuk mengetahui
catatan perkembangan peserta didiknya. Dalam operasionalnya pelaporan untuk
sekolah lebih berorientasi dalam membangun penguatan siswa dalam,Mengadakan
remidial, Mengadakan pengayaan, Perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru,
Penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah.
Laporan
untuk masyarakat. Laporan kegiatan pembelajaran pada masyarakat merupakan hal
yang juga penting untuk dilakukan oleh pihak sekolah karena dapat meyakinkan
upaya – upaya yang telah dilakukan sekolah dalam meningkatkan pembelajaran.
3. Tujuan Evaluasi
Pedoman penilaian
Depdiknas (2001), menyatakan bahwa tujuan penilaian adalah untuk mengetahui
kemajuan belajar siswa, untuk perbaikan, dan peningkatan kegiatan belajar
siswa,mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan atau kesulitan belajar siswa,
serta sekaligus memberi umpan balik untuk perbaikan kegiatan belajar.
penialaian secara sistematis dan berkelanjutan untuk: menilai hasil belajar
siswa di sekolah, mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan kepada
masyarakat dan mengetahui mutu pendidikan disekolah
4. Prinsip Evaluasi
Sistem penilaian
dalam pembelajaran hendaknya dikembangakan berdasarkan prinsip – prinsip
sebagai berikut : Menyeluruh, Berkelanjutan ,Berorientasi pada indikator
ketercapaian Sesuai dengan pengalaman belajar.
5. Aspek Yang Di Nilai
Sesuai dengan
kemampuan dasar yang ingin dicapai maka pengujian harus mencakup :
Proses belajar
:Yaitu seluruh pengalaman belajar yang dilakukan siswa .Hasil belajar: Yaitu
ketercapaian setiap kemampuan dasar, baik kognitif, afektif maupun psikomotor,
yang diperoleh siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran.
B. Pemanfaatan Evaluasi
Berdasarkan Kurikulum Yang Berlaku
Kurikulum mempunyai
kedudukan yang sangat penting dalam lembaga pendidikan, yaitu sebagai salah
satu penentu keberhasilan pendidikan. Perubahan kurikulum selalu mengacu pada
perbaikan sistem pendidikan dan perubahan tersebut dilakukan dengan disadari
pada permasalahan pelaksanaan kurikulum sebelumnya yang dianggap kurang
maksimal baik secara materi maupun sistem pembelajarannya sehingga perlu adanya
perbaikan kurikulum.Menurut Kemdikbud (2013), kurikulum tahun 2013 adalah
rancang bangun pembelajaran yang didesain untuk mengembangkan potensi peserta
didik, bertujuan untuk mewujudkan generasi bangsa Indonesia yang bermartabat,
beradab, berbudaya, berkarakter, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga
negara yang demokratis,dan bertanggung jawab (Kemdikbud, 2013). Kurikulum 2013
dikembangkan secara eklektik. Kurikulum 2013 diberi nama kurikulum berbasis
kompetensi dan karakter.
Selasa, 07 Juni 2022
STRATEGI PEMBELAJARAN
NAMA :
Dhimas Setiawan
NIM :
12001182
KELAS :
4 G PAI
MATA KULIAH :
Magang I
DOSEN PENGAMPU : Ibu Farninda Aditya, M.Pd
STRATEGI
PEMBELAJARAN
Memahami apa itu strategi
pembelajaran dan contohnya dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dalam
meningkatkan kualitas seorang siswa, misalnya dalam hal kualitas pendidikan
adalah dengan membentuk strategi pembelajaran yang tepat.
Strategi pembelajaran ini sangat
dibutuhkan dalam dunia pendidikan, sehingga sistem belajar mengajar di kelas
tidak menjadi monoton atau membosankan serta dapat membantu siswa dalam
mengembangkan pola berpikirnya.
Secara umum
pengertian atau definisi strategi pembelajaran adalah suatu usaha menggunakan
strategi yang sistematis yang dilakukan secara efektif untuk mendapatkan suatu
prestasi dan juga keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran.
Khususnya dalam dunia pendidikan,
strategi ini dapat diartikan sebagai suatu rancangan sekaligus metode dalam
mencapai tujuannya. Strategi pembelajaran adalah suatu rencana, yang didalamnya
terdapat rangkaian kegiatan yang dirancang secara khusus. Untuk lebih jelasnya,
berikut definisi segmentasi pasar menurut para ahli.
1. Hilda Taba
Strategi pembelajaran adalah
urutan atau pola perilaku guru untuk dapat mengakomodasi semua variabel
pembelajaran secara sadar dan sistematis.
2. Suparman
Strategi pembelajaran merupakan gabungan dari beberapa
rangkaian kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran siswa, bahan,
peralatan dan waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran dalam mencapai
tujuan kegiatan pembelajaran yang telah ditentukan.
Jenis-jenis strategi pembelajaran
Dalam pelaksanaan pendidikan tentunya banyak contoh
strategi pembelajaran yang dapat digunakan. Misalnya, jika strategi
pembelajaran memiliki sisi positif dan negatif, perlu diketahui apa sisi
negatif dan positifnya. agar lebih mudah dikendalikan. Berikut penjelasannya:
1.
Metode ceramah
Jenis strategi pembelajaran
dengan menggunakan metode ceramah yaitu penuturan materi dalam bahan ajar
secara lisan yang dilakukan oleh guru. Terdapat kelebihan dan kekurangan dalam
melaksanakan metode pembelajaran yang satu ini. Yakni:
Kelebihan:
·
Ini adalah metode yang mudah dan murah.
·
Dapat menyajikan materi pelajaran secara luas dan lebih detail.
·
Guru dapat mengontrol keadaan kelas dengan lebih mudah.
Kekurangan:
·
Materi yang diserap siswa hanyalah apa yang diajarkan guru di
dalam kelas.
·
Tidak ada peragaan khusus dari setiap materi yang disajikan.
·
Siswa juga sering merasa bosan jika guru tidak memiliki
kemampuan berbahasa yang baik.
·
Lebih sulit untuk mendeteksi tingkat pemahaman siswa.
2.
Metode demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan
jenis pembelajaran yang menyajikan materi pelajaran kepada siswa yang
digabungkan dengan penjelasan. Tujuannya agar siswa dapat lebih mudah memahami
materi pembelajaran yang dijelaskan.
Kelebihan:
·
Siswa tidak akan ketinggalan pemahaman karena penjelasan
disertai dengan latihan.
·
Proses pembelajaran juga akan lebih menarik karena siswa tidak
hanya mendengarkan.
·
Dengan proses mengamati, siswa dapat mengembangkan pola
berpikirnya dalam menghubungkan antara teori dan praktik.
Kekurangan:
Memerlukan persiapan yang lebih
matang dari segi bahan, peralatan dan juga bahan dan tempat karena jika tidak,
justru akan berdampak pada tidak efektifnya proses pembelajaran. Hal tersebut
hanya dapat dilakukan oleh guru yang memiliki kemampuan dan keterampilan
khusus.
3.
Strategi pembelajaran metode diskusi
Jenis strategi pembelajaran
lainnya yaitu dengan menggunakan metode diskusi yaitu dengan menghadapkan siswa
pada suatu masalah untuk menemukan solusi yang tepat.
Kelebihan:
·
Dapat merangsang siswa untuk berpikir lebih kreatif.
·
Dapat melatih siswa dalam mengungkapkan pendapatnya.
·
Dapat melatih siswa untuk saling menghargai sudut pandang.
Kekurangan:
·
Kegiatan diskusi seringkali hanya dikuasai oleh orang-orang
tertentu.
·
Dapat mengaburkan kesimpulan dalam suatu pelajaran, karena
topiknya bisa lebih luas.
·
Seringkali ada perbedaan pendapat yang berujung pada emosi.
·
Perlu waktu lama untuk mempelajari suatu mata pelajaran
tertentu.
4.
Metode simulasi
Sedangkan metode simulasi dalam
strategi pembelajaran yaitu dengan menghadirkan situasi tiruan agar setiap
siswa dapat lebih mudah memahami konsep dan juga materi yang disampaikan.
Kelebihan:
·
Dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi suatu keadaan
yang sebenarnya.
·
Dapat mengembangkan sisi kreatif seorang siswa saat melakukan
proses pembelajaran.
·
Dapat menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri.
·
Dapat meningkatkan semangat belajar siswa.
Kekurangan:
Ada beberapa faktor psikologis siswa,
misalnya rasa malu ketika sedang melakukan simulasi tersebut.
Setelah mengetahui jenis serta kelebihan dan
kekurangannya, maka berikutnya yaitu memahami tips agar dapat menjalankan
strategi pembelajaran dengan baik dan benar. Apa saja? Berikut di antaranya:
1.
Mendorong komunikasi kelompok
Tanyakan kepada siswa apa yang
ingin mereka capai melalui belajar dan seperti cara apa yang akan dilakukan
untuk menyelesaikannya. Pendidik atau guru dapat meminta para siswa untuk dapat
terbuka dan jujur mengenai tantangan yang mereka hadapi. Dengan demikian, para
guru dapat memberikan solusi terbaik demi terwujudnya aktivitas belajar
mengajar yang nyaman.
2.
Cari tahu teknik belajar yang tepat
Guru diharuskan untuk mengetahui
apa yang dilakukan oleh para siswa untuk memaksimalkan manfaat waktu belajar.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, kamu dapat membujuk mereka untuk menuju
pengembangan pendekatan baru. Beberapa pendekatan meliputi:
1. Permainan
belajar yaitu dengan menisi beberapa kegiatan dengan permainan belajar sehingga
mengurangi suasana pembelajaran.
2. Sering-seringlah
beristirahat yaitu berpikir suatu aktifitas yang menggunakan usaha sehingga
juga akan mengurangi tenaga. Ingatkan siswa yang belajar untuk berdiri,
meregangkan badan, minum air, berbagi tawa dengan teman-teman mereka, dan
kemudian ke proses kegiatan belajar.
3.
Menciptakan suasana yang bebas gangguan
Susana yang nyaman dalam arti
mencakup banyak hal, mulai dari kebersihan dasar hingga menjalankan kegiatan
belajar mengajar dalam suasana yang nyaman dan bebas gangguan. Meski begitu,
setiap siswa tentu memiliki pendekatan dan preferensi yang berbeda-beda, di
sini pendidik dapat menciptakan suasana tersebut berdasarkan suara terbanyak.
4.
Fokus pada eksplorasi dan pemecahan masalah
Kebanyakan manusia menyukai
tantangan, terutama hal-hal baru yang memberikan manfaat bagi kehidupan.
Strategi pembelajaran yang cerdas dapat mencakup memanfaatkan website pencarian
dan melakukan kegiatan berbasis penyelesaian masalah dalam waktu belajar siswa.
5.
Pemicu motivasi belajar
Memiliki tujuan dan gagasan yang
jelas menjadi landasan besar untuk mencapai keberhasilan. Para guru juga dapat
memberikan apresiasi kepada siswa yang berhasil menyelesaikan tugas dengan
baik. Dengan begitu, akan memberikan motivasi kepada para siswa untuk belajar
lebih giat lagi.
6.
Berbagi pendapat
Ibaratkan pelajar memiliki
kemampuan untuk berpikir kritis tentang apa yang diajarkan dengan meminta
mereka untuk menjelaskannya dengan kata-katanya sendiri. Memiliki minat pada
apa yang ingin diketahui dan bagaimana mereka memahami suatu masalah atau tantangan
merupakan hal yang sangat berharga dan suatu bentuk apresiasi.
Selasa, 31 Mei 2022
Perangkat Pembelajaran
Senin, 23 Mei 2022
KURIKULUM
Nama : Dhimas Setiawan
Nim :
12001182
Kelas : 4 G PAI
Mata
Kuliah : Magang I
Dosen
Pengampu : Ibu Farninda Aditya, M.Pd
KURIKULUM
Pengertian
Kurikulum
Dalam dunia Pendidikan, kurikulum menjadi hal yang sangat penting.
Tanpa adanya Kurikulum yang tepat, para peserta didik tak akan memperoleh
target pembelajaran yang sesuai. Seiring berkembangnya zaman Kurikulum dalam
dunia pendidikan pun terus mengalami perubahan. Semuanya disesuaikan dengan
kebutuhan peserta didik dieranya masing-masing. Dengan penyesuaian tersebut,
diharapkan setiap peserta didik dapat menyesuaikan diri dengan baik di
masyarakat kelak.
Kurikulum ini berisi sekumpulan rencana, tujuan, dan materi
pembelajaran. Termasuk cara mengajar yang akan menjadi pedoman bagi setiap
pengajar supaya bisa mencapai target dan tujuan pembelajaran dengan baik. Jika
dilihat secara etimologis, Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu “curir” yang berarti pelari, serta “curere” yang berarti tempat berpacu.
Dulu, istilah ini dipakai dalam dunia olahraga.
Jadi, Kurikulum dapat diartikan sebagai sebuah jarak yang mesti
ditempuh seorang pelari supaya mendapat medali atau penghargaan lainnya.
Kemudian, istilah Kurikulum tersebut diadaptasi dalam dunia pendidikan. Jadi
pengertian Kurikulum dalam dunia pendidikan kemudian menjadi sekumpulan mata
pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh peserta didik supaya
mendapatkan ijazah atau penghargaan.
Adapun pengertian Kurikulum ini juga disampaikan dalam UU dan oleh
para ahli pendidikan, berikut pengertian menurut mereka :
1.
Menurut
Prof. Dr. S. Nasution
Prof.
Dr. S. Nasution dalam bukunya yang berjudul Kurikulum dan Pengajaran
menyatakan, kurikulum adalah serangkaian penyusunan rencana untuk melancarkan
proses belajar mengajar. Adapun rencana yang disusun tersebut berada di bawah
tanggung jawab lembaga pendidikan dan parah pengajar di sana.
2.
Dr.
Nana Sudjana
Dalam
buku yang berjudul Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah karya Dr.
Nana Sudjana disebutkan, pengertian kurikulum adalah kumpulan niat dan harapan
yang tertuang dalam bentuk program pendidikan yang kemudian dilaksanakan dan
diterapkan oleh guru di sekolah bersangkutan.
3.
Harold
B. Alberty
Harold
menyatakan bahwa kurikulum merupakan semua kegiatan yang diberikan kepada
peserta didik atas tanggung jawab sekolah. Kurikulum ini tak hanya terbatas
pada segala hal di dalam kelas saja, melainkan juga semua kegiatan di luar
sekolah.
Sementara itu, dalam UU tentang Sistem Pendidikan Nasional No 20
tahun 2003 pasal 1 butir 19 disebutkan, kurikulum merupakan seperangkat
pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara
yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan
pendidikan.
Kurikulum menjadi sangat penting untuk dimiliki setiap sekolah
sebagai pedoman bagi para guru. Terutama bagi sekolah-sekolah formal, di mana
kurikulum akan menjadi pedoman dan memberikan arah dalam mengajar. Sesuai
dengan pengertian kurikulum, yaitu sesuatu yang terencana, maka dalam dunia
pendidikan segala kegiatan siswa dapat diatur dengan sedemikian rupa. Sehingga
tujuan adanya pendidikan dapat tercapai.
Bahkan, bisa dikatakan jika tidak ada kurikulum,
maka pembelajaran di sekolah tidak bisa berjalan dengan baik. Sebab segala
sesuatu telah tertuang dalam sebuah kurikulum. Tentunya dengan berbagai variasi
dan adaptasi. Maka tak heran pula jika seorang pakar bernama Beauchamp (1998)
menyatakan bahwa kurikulum merupakan jantung dari pendidikan.
FUNGSI DARI KURIKULUM
Seperti
yang telah disebutkan dalam pengertian kurikulum, di mana segala hal tentang
pembelajaran peserta didik di sekolah akan dituangkan di dalamnya. Maka
kurikulum memiliki fungsi yang penting. Sementara itu, fungsi dapat diartikan
secara variatif sesuai dengan bidang yang memakai istilah.
1. Fungsi
Untuk Penyelenggara
Fungsi dalam konteks kurikulum sebagai salah satu bagian
dari sistem penyelenggara pendidikan demi mewujudkan tujuan pendidikan adalah
sebagai berikut :
a. Fungsi
Integrasi
Fungsi ini diartikan
bahwa kurikulum dapat menjadi alat yang akan membentuk pribadi-pribadi peserta
didik yang utuh dan berintegritas di masyarakat melalui dunia pendidikan.
b. Fungsi
Persiapan
Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum mampu memberikan modal
atau persiapan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri memasuki jenjang
berikutnya, termasuk siap untuk hidup di masyarakat ketika tidak ingin
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
c. Fungsi
Penyesuaian
Ketiga adalah fungsi penyesuaian, di mana kurikulum dapat
melakukan adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan
masyarakat dan cenderung dinamis.
d. Fungsi
diferensiasi
Keempat ada fungsi kurikulum sebagai diferensiasi, artinya
kurikulum menjadi alat pendidikan yang memperhatikan setiap pelayanan kepada
peserta didiknya. Sebab setiap peserta didik memiliki perbedaan satu sama lain.
e. Fungsi
Diagnostik
Kelima adalah fungsi diagnostik, yaitu menyatakan bahwa
kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi yang dimiliki oleh
setiap peserta didik supaya dapat terus menggali dan mengasah potensi tersebut,
termasuk memperbaiki kelemahan yang dimiliki.
f.
Fungsi Pemilihan
Terakhir ada fungsi pemilihan, yaitu menyatakan bahwa
kurikulum memberikan fasilitas kepada peserta didik dengan cara memberikan
kesempatan kepada mereka dalam memilih program pembelajaran sesuai minat dan
bakat masing-masing anak.
2.
Fungsi
dari pihak terkait/terlibat
a.
Bagi Kepala Sekolah
Kurikulum
mempunyai fungsi bagi kepala sekolah sebagai manajer dan pimpinan dalam
penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Kepala sekolah mempunyai tugas untuk
melakukan pengelolaan pendidikan di tempatnya masing-masing, yaitu dengan cara
melakukan koordinasi dan supervisi terhadap setiap pembelajaran. Apakah
kurikulum diterapkan sesuai ketentuan atau tidak.
b.
Bagi Guru Mata Pelajaran
Bagi setiap
guru mapel, kurikulum memiliki fungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan
pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Sebab setiap pembelajaran tersebut
menjadi tugas dan tanggung jawab setiap guru mata pelajaran.
c.
Bagi Peserta Didik
Kemudian yang
ketiga, bagi peserta didik, yang menjadi target dari adanya kurikulum. Dalam
proses pendidikan, peserta didik adalah pusat perhatian dari setiap
pembelajaran. Maka dari itu, kurikulum berfungsi untuk menjadi acuan bagi para
siswa mengenai apa saja program-program pendidikan yang harus dipelajari dan
dipahami, serta apa saja target pembelajaran yang harus mereka capai di
setiap jenjangnya.
d. Bagi
orang tua atau masyarakat
Meski tidak terlibat dalam pembelajaran
secara langsung, namun orang tua mempunyai peran penting bagi keberhasilan
peserta didik. Dalam hal ini mereka akan menerima hasil dari proses
pembelajaran yang telah dilakukan di sekolah. Jadi capaian siswa terhadap
setiap pembelajaran yang akan dilaporkan kepada orang tua juga tak lepas
dari adanya kurikulum
Perangkat Pembelajaran
Nama : Dhimas Setiawan Nim : 12001182 Kelas : 4G Perangkat Pembelajaran Perangkat Pembelajaran merupakan hal yang harus disiapkan o...
-
Nama : Dhimas Setiawan Nim : 12001182 Kelas ...
-
Nama : Dhimas Setiawan Nim : 12001182 Kelas : 4G Perangkat Pembelajaran Perangkat Pembelajaran merupakan hal yang harus disiapkan o...
-
Nama : Dhimas Setiawan Nim : 12001182 Kelas ...