Selasa, 21 Juni 2022
Perangkat Pembelajaran
Senin, 13 Juni 2022
SISTEM EVALUASI
Nama : Dhimas
Setiawan
Nim :
12001182
Kelas : 4 G PAI
Mata Kuliah
: Magang I
Dosen Pengampu
: Ibu Farninda Aditya, M.Pd
SISTEM EVALUASI
Pengertian Evaluasi adalah proses penilaian
yang sistematis mencakup pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan
permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan
(Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, 2002, p3). (Anonymous, 2009,
evaluasi), evaluasi adalah kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan
suatu obyek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolok
ukur tertentu untuk memperoleh kesimpulan. Berdasarkan pengertian di atas, maka
dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah
suatu kegiatan terencana
untuk menilai suatu
permasalahan yang terjadi dengan menggunakan
instrumen dan hasilnya dapat dibandingkan dengan tolok ukur guna memperoleh
kesimpulan dan solusi atas permasalahan yang dinilai.
Pengertian Sistem Menurut McLeod (2001, p12),
“A System is a group of elements that are integrated with the common purpose of
achieving an objective.” Secara garis besar dapat diartikan bahwa sistem adalah
sekelompok elemen-elemen
yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Pendapat
James Hall (2001, p5), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Jusuf, sistem adalah
sekelompok atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan (inter-related)
atau subsistem-subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama (common
purpose). Jadi, secara umum sistem dapat diartikan sebagai sekumpulan elemen
yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama.
evaluasi sistem informasi adalah suatu kegiatan terencana yang bertujuan untuk memeriksa dan menilai sumber daya dalam organisasi untuk mendapatkan hasil yang dibandingkan dengan menggunakan tolok ukur tertentu untuk memperoleh hasil mengenai kinerja sumber daya organisasi tersebut
Fungsi evaluasi (penialian)
Untuk diagnostik dan pengembangan. Hasil evaluasi menggambarkan kemajuan, kegagalan, dan kesulitan masingmasing siswa.Untuk seleksi. Hasil evaluasi dapat digunakan dalam rangka menyeleksi calon siswa dalam rangka penerimaan siswa Untuk memenuhi usia tertentu perlombaan. Hasil evaluasi digunakan untuk menetapkan siswa mana yang memenuhi syarat untuk memasuki usia tertentu misalnya usia junior dan senior dengan batas umur yang telah ditentukan. Untuk penempatan. Para siswa atlet yang memiliki prestasi bisa dipersiapkan untuk event yang lebih tinggi misalnya event nasional atau event internasional.
Fungsi evaluasi
dapat dibedakan menjadi dua yakni fungsi hasil belajar dan fungsi evaluasi
hasil pengajaran. Evaluasi hasil belajar antara lain : Fungsi formatif Evaluasi
yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung dapat memberika
informasi yang berupa umpan balik bagi guru maupun bagi siswa. Dan Fungsi
sumatif Dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar tes sumatif
biasanya dilakukan pada akhir program pengajaran. Misalnya
pada tengah semester, akhir semeter dan akhir tahun ajaran. (Haris &
Jihad.2013)
Sedangkan fungsi
evaluasi program pengajaran adalah sebagai berikut :
Laporan
untuk orang tua siswa. Evaluasi yang diselenggarakan sekolah perlu adanya
laporan untuk orang tua siswa, oleh karena itu pelaporan harus dapat mudah
dipahami, dan bersifat objektif dan harus menggambarkan tingkat pencapaian
siswa.laporan tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : dengan peryataan
lulus atau belum lulus dan dengan nilai siswa. Laporan untuk sekolah Selain
untuk orang tua, siswa dan guru harus juga membuat laporan untuk sekolah.
Sekolah sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses
pembelajaran. Oleh karena itu pihak sekolah berkepentingan untuk mengetahui
catatan perkembangan peserta didiknya. Dalam operasionalnya pelaporan untuk
sekolah lebih berorientasi dalam membangun penguatan siswa dalam,Mengadakan
remidial, Mengadakan pengayaan, Perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru,
Penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah.
Laporan
untuk masyarakat. Laporan kegiatan pembelajaran pada masyarakat merupakan hal
yang juga penting untuk dilakukan oleh pihak sekolah karena dapat meyakinkan
upaya – upaya yang telah dilakukan sekolah dalam meningkatkan pembelajaran.
3. Tujuan Evaluasi
Pedoman penilaian
Depdiknas (2001), menyatakan bahwa tujuan penilaian adalah untuk mengetahui
kemajuan belajar siswa, untuk perbaikan, dan peningkatan kegiatan belajar
siswa,mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan atau kesulitan belajar siswa,
serta sekaligus memberi umpan balik untuk perbaikan kegiatan belajar.
penialaian secara sistematis dan berkelanjutan untuk: menilai hasil belajar
siswa di sekolah, mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan kepada
masyarakat dan mengetahui mutu pendidikan disekolah
4. Prinsip Evaluasi
Sistem penilaian
dalam pembelajaran hendaknya dikembangakan berdasarkan prinsip – prinsip
sebagai berikut : Menyeluruh, Berkelanjutan ,Berorientasi pada indikator
ketercapaian Sesuai dengan pengalaman belajar.
5. Aspek Yang Di Nilai
Sesuai dengan
kemampuan dasar yang ingin dicapai maka pengujian harus mencakup :
Proses belajar
:Yaitu seluruh pengalaman belajar yang dilakukan siswa .Hasil belajar: Yaitu
ketercapaian setiap kemampuan dasar, baik kognitif, afektif maupun psikomotor,
yang diperoleh siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran.
B. Pemanfaatan Evaluasi
Berdasarkan Kurikulum Yang Berlaku
Kurikulum mempunyai
kedudukan yang sangat penting dalam lembaga pendidikan, yaitu sebagai salah
satu penentu keberhasilan pendidikan. Perubahan kurikulum selalu mengacu pada
perbaikan sistem pendidikan dan perubahan tersebut dilakukan dengan disadari
pada permasalahan pelaksanaan kurikulum sebelumnya yang dianggap kurang
maksimal baik secara materi maupun sistem pembelajarannya sehingga perlu adanya
perbaikan kurikulum.Menurut Kemdikbud (2013), kurikulum tahun 2013 adalah
rancang bangun pembelajaran yang didesain untuk mengembangkan potensi peserta
didik, bertujuan untuk mewujudkan generasi bangsa Indonesia yang bermartabat,
beradab, berbudaya, berkarakter, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga
negara yang demokratis,dan bertanggung jawab (Kemdikbud, 2013). Kurikulum 2013
dikembangkan secara eklektik. Kurikulum 2013 diberi nama kurikulum berbasis
kompetensi dan karakter.
Selasa, 07 Juni 2022
STRATEGI PEMBELAJARAN
NAMA :
Dhimas Setiawan
NIM :
12001182
KELAS :
4 G PAI
MATA KULIAH :
Magang I
DOSEN PENGAMPU : Ibu Farninda Aditya, M.Pd
STRATEGI
PEMBELAJARAN
Memahami apa itu strategi
pembelajaran dan contohnya dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dalam
meningkatkan kualitas seorang siswa, misalnya dalam hal kualitas pendidikan
adalah dengan membentuk strategi pembelajaran yang tepat.
Strategi pembelajaran ini sangat
dibutuhkan dalam dunia pendidikan, sehingga sistem belajar mengajar di kelas
tidak menjadi monoton atau membosankan serta dapat membantu siswa dalam
mengembangkan pola berpikirnya.
Secara umum
pengertian atau definisi strategi pembelajaran adalah suatu usaha menggunakan
strategi yang sistematis yang dilakukan secara efektif untuk mendapatkan suatu
prestasi dan juga keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran.
Khususnya dalam dunia pendidikan,
strategi ini dapat diartikan sebagai suatu rancangan sekaligus metode dalam
mencapai tujuannya. Strategi pembelajaran adalah suatu rencana, yang didalamnya
terdapat rangkaian kegiatan yang dirancang secara khusus. Untuk lebih jelasnya,
berikut definisi segmentasi pasar menurut para ahli.
1. Hilda Taba
Strategi pembelajaran adalah
urutan atau pola perilaku guru untuk dapat mengakomodasi semua variabel
pembelajaran secara sadar dan sistematis.
2. Suparman
Strategi pembelajaran merupakan gabungan dari beberapa
rangkaian kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran siswa, bahan,
peralatan dan waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran dalam mencapai
tujuan kegiatan pembelajaran yang telah ditentukan.
Jenis-jenis strategi pembelajaran
Dalam pelaksanaan pendidikan tentunya banyak contoh
strategi pembelajaran yang dapat digunakan. Misalnya, jika strategi
pembelajaran memiliki sisi positif dan negatif, perlu diketahui apa sisi
negatif dan positifnya. agar lebih mudah dikendalikan. Berikut penjelasannya:
1.
Metode ceramah
Jenis strategi pembelajaran
dengan menggunakan metode ceramah yaitu penuturan materi dalam bahan ajar
secara lisan yang dilakukan oleh guru. Terdapat kelebihan dan kekurangan dalam
melaksanakan metode pembelajaran yang satu ini. Yakni:
Kelebihan:
·
Ini adalah metode yang mudah dan murah.
·
Dapat menyajikan materi pelajaran secara luas dan lebih detail.
·
Guru dapat mengontrol keadaan kelas dengan lebih mudah.
Kekurangan:
·
Materi yang diserap siswa hanyalah apa yang diajarkan guru di
dalam kelas.
·
Tidak ada peragaan khusus dari setiap materi yang disajikan.
·
Siswa juga sering merasa bosan jika guru tidak memiliki
kemampuan berbahasa yang baik.
·
Lebih sulit untuk mendeteksi tingkat pemahaman siswa.
2.
Metode demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan
jenis pembelajaran yang menyajikan materi pelajaran kepada siswa yang
digabungkan dengan penjelasan. Tujuannya agar siswa dapat lebih mudah memahami
materi pembelajaran yang dijelaskan.
Kelebihan:
·
Siswa tidak akan ketinggalan pemahaman karena penjelasan
disertai dengan latihan.
·
Proses pembelajaran juga akan lebih menarik karena siswa tidak
hanya mendengarkan.
·
Dengan proses mengamati, siswa dapat mengembangkan pola
berpikirnya dalam menghubungkan antara teori dan praktik.
Kekurangan:
Memerlukan persiapan yang lebih
matang dari segi bahan, peralatan dan juga bahan dan tempat karena jika tidak,
justru akan berdampak pada tidak efektifnya proses pembelajaran. Hal tersebut
hanya dapat dilakukan oleh guru yang memiliki kemampuan dan keterampilan
khusus.
3.
Strategi pembelajaran metode diskusi
Jenis strategi pembelajaran
lainnya yaitu dengan menggunakan metode diskusi yaitu dengan menghadapkan siswa
pada suatu masalah untuk menemukan solusi yang tepat.
Kelebihan:
·
Dapat merangsang siswa untuk berpikir lebih kreatif.
·
Dapat melatih siswa dalam mengungkapkan pendapatnya.
·
Dapat melatih siswa untuk saling menghargai sudut pandang.
Kekurangan:
·
Kegiatan diskusi seringkali hanya dikuasai oleh orang-orang
tertentu.
·
Dapat mengaburkan kesimpulan dalam suatu pelajaran, karena
topiknya bisa lebih luas.
·
Seringkali ada perbedaan pendapat yang berujung pada emosi.
·
Perlu waktu lama untuk mempelajari suatu mata pelajaran
tertentu.
4.
Metode simulasi
Sedangkan metode simulasi dalam
strategi pembelajaran yaitu dengan menghadirkan situasi tiruan agar setiap
siswa dapat lebih mudah memahami konsep dan juga materi yang disampaikan.
Kelebihan:
·
Dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi suatu keadaan
yang sebenarnya.
·
Dapat mengembangkan sisi kreatif seorang siswa saat melakukan
proses pembelajaran.
·
Dapat menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri.
·
Dapat meningkatkan semangat belajar siswa.
Kekurangan:
Ada beberapa faktor psikologis siswa,
misalnya rasa malu ketika sedang melakukan simulasi tersebut.
Setelah mengetahui jenis serta kelebihan dan
kekurangannya, maka berikutnya yaitu memahami tips agar dapat menjalankan
strategi pembelajaran dengan baik dan benar. Apa saja? Berikut di antaranya:
1.
Mendorong komunikasi kelompok
Tanyakan kepada siswa apa yang
ingin mereka capai melalui belajar dan seperti cara apa yang akan dilakukan
untuk menyelesaikannya. Pendidik atau guru dapat meminta para siswa untuk dapat
terbuka dan jujur mengenai tantangan yang mereka hadapi. Dengan demikian, para
guru dapat memberikan solusi terbaik demi terwujudnya aktivitas belajar
mengajar yang nyaman.
2.
Cari tahu teknik belajar yang tepat
Guru diharuskan untuk mengetahui
apa yang dilakukan oleh para siswa untuk memaksimalkan manfaat waktu belajar.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, kamu dapat membujuk mereka untuk menuju
pengembangan pendekatan baru. Beberapa pendekatan meliputi:
1. Permainan
belajar yaitu dengan menisi beberapa kegiatan dengan permainan belajar sehingga
mengurangi suasana pembelajaran.
2. Sering-seringlah
beristirahat yaitu berpikir suatu aktifitas yang menggunakan usaha sehingga
juga akan mengurangi tenaga. Ingatkan siswa yang belajar untuk berdiri,
meregangkan badan, minum air, berbagi tawa dengan teman-teman mereka, dan
kemudian ke proses kegiatan belajar.
3.
Menciptakan suasana yang bebas gangguan
Susana yang nyaman dalam arti
mencakup banyak hal, mulai dari kebersihan dasar hingga menjalankan kegiatan
belajar mengajar dalam suasana yang nyaman dan bebas gangguan. Meski begitu,
setiap siswa tentu memiliki pendekatan dan preferensi yang berbeda-beda, di
sini pendidik dapat menciptakan suasana tersebut berdasarkan suara terbanyak.
4.
Fokus pada eksplorasi dan pemecahan masalah
Kebanyakan manusia menyukai
tantangan, terutama hal-hal baru yang memberikan manfaat bagi kehidupan.
Strategi pembelajaran yang cerdas dapat mencakup memanfaatkan website pencarian
dan melakukan kegiatan berbasis penyelesaian masalah dalam waktu belajar siswa.
5.
Pemicu motivasi belajar
Memiliki tujuan dan gagasan yang
jelas menjadi landasan besar untuk mencapai keberhasilan. Para guru juga dapat
memberikan apresiasi kepada siswa yang berhasil menyelesaikan tugas dengan
baik. Dengan begitu, akan memberikan motivasi kepada para siswa untuk belajar
lebih giat lagi.
6.
Berbagi pendapat
Ibaratkan pelajar memiliki
kemampuan untuk berpikir kritis tentang apa yang diajarkan dengan meminta
mereka untuk menjelaskannya dengan kata-katanya sendiri. Memiliki minat pada
apa yang ingin diketahui dan bagaimana mereka memahami suatu masalah atau tantangan
merupakan hal yang sangat berharga dan suatu bentuk apresiasi.
Perangkat Pembelajaran
Nama : Dhimas Setiawan Nim : 12001182 Kelas : 4G Perangkat Pembelajaran Perangkat Pembelajaran merupakan hal yang harus disiapkan o...
-
Nama : Dhimas Setiawan Nim : 12001182 Kelas ...
-
Nama : Dhimas Setiawan Nim : 12001182 Kelas : 4G Perangkat Pembelajaran Perangkat Pembelajaran merupakan hal yang harus disiapkan o...
-
Nama : Dhimas Setiawan Nim : 12001182 Kelas ...